Apa arti Dark Souls untuk Gua

Gua nulis blog ini di jam 2 malam, kondisi badan agak panas karena radang tenggorokan, kepala agak teler karena obat, jadi maaf kalo tulisan Gua disini agak ngelantur. Walaupun ini udah saatnya Gua tidur, Gua gabisa.. Gua euphoric, ekstatik, bahagia menggebu-gebu tapi disaat yang sama Gua merasa sedih dan haru.. Gua baru namatin DLC terakhir Dark Souls 3: The Ringed City.

Dark Souls 3 adalah Dark Souls yang terakhir, dan Ringed City adalah penutup dari seluruh serial ini, dan ya tuhaan, ini adalah penutup yang luar biasa, dari segi Lore & Battle, walaupun nggak se-sinematik yang Gua harapkan, ini adalah ending yang sempurna untuk menutup serial Dark Souls.

Setelah namatin DLC ini, Gua mengingat-ingat kembali sewaktu Gua pertama kali nyobain Dark Souls, perjalanan Gua dari seorang Noob yang mati berkali-kali di area awal, perjuangan ngalahin setiap boss yang Gua temuin, sampai pada akhir dari Game ini, saat Gua ngalahin boss tersulit dari semua serial Souls ini. Disaat merekap ulang inilah, Gua nyadar kalau Dark Souls ini punya impact yang mendalam buat Gua.

Pada blog sebelumnya [link] Gua udah bahas apa yang membuat Dark Souls begitu luar biasa. Tapi Gua belum bahas apa itu Dark Souls buat Gua secara pribadi, itulah yang Gua bakal bahas disini.

Kalo kalian kenal Gua secara pribadi, Kalian tau Gua punya penyakit. Walaupun akar penyakit ini udah dicabut dari tubuh Gua, efek dari penyakit ini masih terus nempel di badan Gua. Efek ini menyebabkan Gua nggak bisa terlalu capek secara fisik maupun mental, hal ini menghambat Gua untuk bisa nyari kerjaan. Keadaan nganggur ini sering bikin Gua stress, Gua punya pengeluaran bulanan yang harus dibayar dan Gua juga bosen nganggur mulu bengong dirumah.

Di salah satu momen stress inilah Gua mulai main Dark Souls. Gua sudah denger kalau game ini susah luar biasa, jadi Gua pikir game ini bakal jadi pembuang waktu yang lumayan untuk mengisi kekosongan waktu Gua disaat nganggur, dan tentu saja, Gua dibantai habis-habisan di area-area pertama game ini, nggak kehitung berapa kali Gua mati di area-area awal tersebut.

Pada saat itu, Gua mainin Dark Souls dengan cara yang sama seperti Gua mainin game-game lainnya, asal hajar aja, kalau susah ya naikin level yang banyak  supaya Gua cukup kuat untuk ngalahin musuh-musuh yang ada. Tapi semua itu berubah ketika Gua menghadapi Boss Ornstein & Smough.

Ornstein & Smough adalah salah satu boss tersusah di Dark Souls 1, sebelum boss ini, hampir semua boss yang Gua hadapi adalah boss Solo, 1v1. Tapi O&S bertarung berdua menghadapi Gua. Serangan Smough kuat, lamban, dan menyapu area luas, sementara serangan Ornstein cepat dan akurat. Mereka saling melengkapi kekurangan dan kelebihan satu sama lain dengan sangat sempurna.

Pada awalnya Gua ngerasa nggak mungkin bisa ngalahin kedua Boss ini, tapi suatu saat, Gua dapat pencerahan; Gua nggak bisa ngalahin kedua Boss ini dengan cara yang sama seperti musuh-musuh sebelumnya, Gua harus mengamati dan menganalisa serangan mereka, mencari ruang gerak, mencari timing yang tepat untuk menyerang. Nggak lama setelah Gua terapkan cara bermain ini, Gua bisa melihat pola serangan mereka, Gua bisa melihat kelemahan di pertahanan mereka, dan akhirnya Gua kalahin mereka.

Hal ini nggak hanya Gua terapkan di Boss O&S saja, tapi di seluruh area Game tersebut. Gua jadi tau kemana harus bergerak untuk menghindari serangan musuh, harus memperhatikan apa aja untuk menghindari perangkap, timing yang tepat untuk menyerang musuh. Tentu aja eksekusi Gua nggak sempurna, Gua masih sering bikin kesalahan dan mati karena hal bodoh, tapi at least Gua sekarang sudah punya panduan untuk mengalahkan Game ini.

Selama ini, Gua ngejalanin hidup sama seperti Gua main game, main hajar aja, jalanin tanpa perlu planning, Gua bakal belajar dengan cepet untuk ngehandle semua situasi yang bakal Gua hadapin. Gua nggak pernah luangkan waktu untuk evaluasi diri dan situasi hidup Gua, filosofi hidup Gua hanyalah “Just do it”.

Selama jaman sekolah Gua ini yang Gua lakukan dan Gua nggak pernah merasa kewalahan dengan hidup seperti itu, walaupun Gua sering bolos tapi Gua bisa belajar cepet untuk dapetin nilai lumayan saat ulangan. Hidup Gua baik-baik aja sampai pada waktu Gua sakit, kemampuan fisik Gua jadi sangat terbatas setelah Gua sakit, Gua nggak bisa lagi jalanin hidup dengan cara “just do it” karena stamina Gua udah jauuh lebih terbatas. Untuk waktu yang lama Gua ngerasa stress karena Gua nggak bisa jalanin hidup seperti dulu lagi.

Dark Souls ngajari Gua cara sebaliknya, Gua nggak bakal bisa ngalahin O&S, nggak akan bisa melewati area yang penuh jebakan, dan mengalahakan boss-boss lainnya kalau Gua hanya “just do it”, kalau Gua nggak meluangkan waktu untuk menganalisa situasi yang Gua hadapi. Dark Souls mengajarkan Gua untuk sabar, hati-hati dan terus menganalisa situasi dan tempat Gua berada. Dark souls juga ngajarin Gua untuk meminta bantuan temen ketika situasi jadi terlalu susah, dan tentu aja Dark Souls ngajarin gua untuk nggak pernah nyerah.

Setelah Gua terapkan apa yang Gua pelajari di Dark Souls ke hidup Gua, kondisi hidup Gua perlahan membaik. yaa walaupun sama seperti di game, eksekusi Gua di hidup juga belum sempurna, tapi dengan meluangkan waktu sejenak untuk evaluasi diri dan situasi, Gua jadi lebih tau kemana harus melangkah, cara apa yang harus Gua pilih, senjata apa yang harus Gua gunakan, dan jurus apa yang harus Gua keluarkan untuk ngatasin masalah-masalah di hidup Gua.

Dark Souls mengingatkan Gua bahwa hidup itu susah, perkembangan diri pun sulit, semua perlu pengorbanan dan waktu untuk dicapai. Tapi sebesar apapun masalah yang Gua hadapin, pasti ada strategi untuk ngatasinnya, yang harus Gua lakukan adalah meluangkan waktu sebentar untuk nganalisa situasi, buat strategi dan laksanakan. Kalau gagal, buat strategi baru dan laksanakan sampai berhasil.


Selama ratusan jam Gua mainin Dark Souls, banyak momen yang bikin Gua banting Stick, banyak momen yang bikin Gua ngakak, banyak momen yang bikin Gua loncat girang dengan jantung berdegup kencang, dan banyak juga pelajaran berharga yang Gua ambil dari Dark Souls.

Dark Souls dan Metal GearSolid adalah 2 serial yang memberi impact besar untuk Gua, dan kedua serial ini selesai dalam waktu yang hampir bersamaan, ini sebabnya Gua sedih sewaktu Gua namatin Dark Souls 3, Gua tau Gua gak akan mengalami campuran emosi yang sama ketika Gua pertama kali memainkan kedua serial ini.

Thank You Dark Souls, Thank You From Software, Thank You Miyazaki, Thank You Kojima.

PRAISE THE SUN

Btw, ini video boss fight Gua ngelawan Final Boss DLC Dark Souls 3 ini. Estus sudah habis, HP tinggal sedikit, tapi akhirnya Gua menang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s