Satu adegan di One Punch Man

Kalo kalian nggak tau apa itu One Punch Man biar Gua ringkas dengan singkat. One Punch Man (OPM) pada awalnya muncul sebagai serial komik website di tahun 2008, komik ini dikarang oleh mangaka dengan alias “ONE”, komik ini.. ya sori-sori aja, gambarnya jelek dan berantakan. Tapi komik ini perlahan-lahan mendapat buanyak fans, sampai pada tahun 2016 website OPM sudah divisit lebih dari 70 juta kali.

images

Pada tahun 2012 serial OPM ini diadaptasi ke buku komik oleh mangaka gokil Yusuke Murata, yang sebelumnya menggambar Eyeshield 21, lalu pada tahun 2015 OPM diangkat ke layar kaca oleh studio Madhouse (Menurut Gua salah satu studio anime terbaik sejepang).

OPM berserita tentang Saitama, mas-mas pengangguran yang keliatannya biasa-biasa aja dan punya hobi jadi superhero. Walau penampilannya biasa, Saitama ini luar biasa kuat, dia selalu bisa habisin musuhnya hanya dalam satu pukulan, bahkan monster level iblis sekalipun bisa dia renyekin hanya dengan sekali pukul. Kekuatan yang luar biasa ini juga bikin Saitama stress karena nggak pernah nemu lawan yang cukup tangguh. Hanya segelintir orang yang tau kalau Saitama punya kekuatan ini, kebanyakan orang nggak tau dan nggak menghargai Saitama, bagi mereka Saitama hanyalah seorang hero kelas c.

saitama_flaat

Kedengerannya absurd, dan Gua akui awalnya Gua ragu dengan serial ini, tapi setelah nonton 2 episod Gua jadi ketagihan dan Gua saranin kalian untuk nonton atau baca serial ini. Kalo kalian suka genre Shounen atau Superhero, serial ini wajib kalian ikutin.

Tapi Gua nulis blog ini bukan untuk ngebedah serial ini, kalian bisa nonton sendiri. Gua disini untuk ngebahas satu adegan di OPM. Karena adegan ini ngena sekali buat Gua.

oh, Sop-iler btw.

Pada adegan itu, Saitama baru saja menyelamatkan seisi kota dari benturan meteor dengan cara meninju meteor itu, tapi pecahan-pecahan meteor tersebut berjatuhan kemana-mana dan tetap banyak menyebabkan kehancuran di seluruh kota, banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka pada kehancuran itu. Setelah situasi mereda, 2 orang superhero yang rangkingnya lebih tinggi dari Saitama merasa iri dan tersaingi oleh Saitama, mereka merasa posisi mereka terancam oleh Hero kelas C ini. Kedua Hero ini lalu membully Saitama, mencemarkan nama Saitama di di depan publik dengan memberitahu warga kalau Saitamalah yang bertanggung jawab atas semua kerusakan ini. Mereka berhasil mancing kemarahan warga sampai-sampai para warga menghujat dan menyuruh Saitama untuk mengundurkan diri sebagai Hero.

Pada saat itu, Gua kira Saitama akan menerima semua hinaan itu dengan gagah dan pergi dengan tenang. Saitama akan tetap menjadi Hero karena dia tulus ingin membantu orang, walaupun dia nggak dihargai oleh orang-orang yang dia bantu. Adegan seperti ini sudah sering Gua lihat di komik Superhero lain seperti Superman dan Batman, cerita tentang pahlawan yang nggak dihargai publik.

Tapi ternyata bukan itu yang terjadi, Saitama meledak ngamuk, Gua sama sekali nggak nyangka reaksi ini. Saitama teriak ke warga kalau Dia jadi Hero bukan untuk dikagumi, dipuji dan dipuja. Saitama jadi Hero karena hobi aja, dan Dia nggak peduli dengan segala kerusakan yang dia sebabkan “kalau mau protes, protes ke meteor aja!”.  Saitama terus ngomel sampai Genos nenangin Saitama dan ngajak Saitama pulang.

Adegan itu sangat ngena ke Gua tapi Gua nggak bisa jelasin kenapa. Namun akhirnya gua tau alasannya setelah Gua baca OPM versi aslinya karya ONE, yang gambarnya jelek.

mr-21696-757992-2227

Di adegan ini Gua ngelihat paralel antara Saitama dengan ONE

Saitama dulunya adalah orang biasa yang lemah, mas-mas pengangguran yang tinggal di apartemen murah. Dia nggak punya kemampuan spesial apapun dalam hidupnya, kecuali satu; dia punya determinasi yg kuat.

Sementara itu, Hero-hero level tinggi di OPM kebanyakan adalah orang spesial level dewa, seperti Fubuki yang terlahir dengan kekuatan sihir tinggi, Genos sang cyborg destruktif canggih, atau Fang yang merupakan ahli bela diri level dewa. Diantara para dewa itu ada Saitama, mas-mas biasa, gimana caranya dia bisa menjadi orang terkuat di dunia? Di panel ini, Saitama akhirnya mengungkap rahasia dia untuk bisa jadi sekuat sekarang.

8e84c3e1fbfa6f32540c8e478d394cda

Walaupun adegan ini komedik, karena ya nggak mungkin latihan gitu doank bisa bikin orang punya kekuatan seperti Saitama, tapi adegan ini mengungkap satu keistimewaan dari karakter Saitama; dia punya determinasi yang luar biasa. Latihan yang dia sebutin itu, walau ecek-ecek untuk standar komik Superhero, tapi cukup gila untuk dilakukan orang biasa, beberapa orang di internet ngaku mereka pernah nyoba latihan ala Saitama ini, dan mereka semua nyerah.

Tapi Saitama nggak nyerah, meskipun dia cedera, sakit dan pegel-pegel, Saitama terus melatih tubuhnya tiap hari sampai akhirnya dia botak dan menjadi orang terkuat di jagat raya.

Disinilah Gua ngeliat paralel antara Saitama dengan ONE.

Industri manga di Jepang itu KERAS luar biasa, untuk bisa jadi seorang mangaka yang sukses disana Kalian harus bersaing dengan ribuan mangaka-mangaka lainnya, lalu dari ribuan mangaka tersebut hanya segelintir yang akan dikontrak oleh publisher manga terkenal seperti Shounen Jump. Setelah dikontrak, kalian harus kerja keras, terus menggambar dan mengarang selama 24 jam sehari 7 hari seminggu, non-stop, dan salah satu hal yang paling penting untuk jadi seorang mangaka adalah; kalian harus jago ngegambar.

Diantara ribuan mangaka di Jepang, hanya mangaka berbakat level dewa yang bisa mencapai status legend, contoh paling gampang yang Gua sebut adalah The Big Three; Tite Kubo mangaka Bleach, Masashi Kishimoto mangaka Naruto, dan Eichiro Oda mangaka One Piece.

qzmxrgw

Big Three, Plus Dragon Ball tentu aja

Diantara para seniman level dewa seperti The Big Three itu, ada ONE, yang sama sekali nggak bisa nggambar. Kebayang berapa kali ONE dikritik pedes, ditolak publisher, dikatain nggak berbakat, dihina, bahkan disuruh nyerah jadi mangaka.

Tapi ONE nggak nyerah.

Sekali lagi Gua tekenin, industri manga Jepang itu sangat keras, Eichiro Oda pernah nyebarin iklan untuk nyari asisten, di iklannya tertulis “pendaftar harus RELA MATI demi One Piece”. Kishimoto menikah pada tahun 2003, namun baru bisa berbulan madu pada tahun 2014 setelah cerita Naruto tamat. dan Yoshihiro Togashi (HxH dan Yuyu Hakusho) pernah menghitung waktu kosong yang dia punya ketika dia masih aktif menggambar, hanya 3 jam dalam seminggu.

Di industri yang sangat keras itu, bahkan diantara mangaka level dewa seperti Kubo, Kishimoto, bahkan MASTER TAKEHIKO INOUE sekalipun, bisa dilhat kualitas gambarnya menurun sepanjang waktu, terutama keliatan sekali pada Kubo dan Kishimoto. Ini bisa disebabkan karena mereka capek, sakit (sering sekali terjadi pada mangaka), atau bahkan kehilangan passion seperti yang dialami Kubo. Kecuali Oda, entah dia makan buah iblis apa untuk bisa terus nggambar dan ngarang cerita dengan kualitas yang terus meningkat seperti itu.

tumblr_mij1c3r35v1rf1539o1_500

keliatan banget gambar Kubo jadi makin simpel (males) di fase akhir Bleach

Tapi ONE nggak nyerah.

Seperti Saitama, ONE nggak menggambar komik untuk dikagumi atau dipuji dan dipuja orang, Dia menggambar komik karena dia suka. ONE juga punya determinasi yang tinggi, dia nggak nyerah meskipun berkali-kali dikritik pedes, dihina, bahkan disuruh nyerah. ONE terus bertahan, terus nggambar, dan semua pengorbanan itu terbayar, sekarang One Punch Man sudah menjadi fenomena global.

Mungkin ini kenapa adegan ketika Saitama ngamuk itu begitu ngena buat Gua, di adegan itu kita sebenarnya sedang ngelihat ONE yang numpahin perasaan frustrasi dan kesalnya ke orang-orang yang menghina dia, yang merendahkan, dan yang menyruh dia untuk berhenti menjadi mangaka.

mr-21696-757992-15

Genos di adegan tersebut adalah pembaca setia, seperti Genos yang menenangkan Saitama dan ngajak Saitama pulang, para pembaca setia OPM menenangkan ONE untuk nggak usah gubris para kritik, haters dan troll. Mereka  nggak peduli kalaupun seluruh dunia nggak menghargai komik kesukaan mereka karena mereka tau betapa spesialnya serial OPM ini.

Mungkin ini alasannya adegan itu begitu kuat buat gua, adegan ini adalah jeritan sang seniman yang frustrasi dengan hujatan dan kritik yang dia terima… atau ya mungkin aja Gua aja yang terlalu berteori dan muluk..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s