Agama Gua Part 2: Meme

Blog ini adalah Part 2. Kalau belum baca Part 1 dari blog ini, baca dulu di [LINK INI]

Seperti serial game Metal Gear Solid, part 1  dari blog ini banyak membahas mengenai genetik, dan untuk part 2 ini Gua bakal bahas mengenai Meme.

Bukaaan.. bukan meme kayak gini

Meme, seperti yang dijelaskan oleh Biologis Richard Dawkins, adalah sebuah ide, perilaku yang menyebar dari individu ke individu lain dalam sebuah budaya. Meme adalah satuan pembawa ide, budaya, simbol, atau perilaku yang dapat disebarkan dari satu otak ke otak lainnya melalui tulisan, lisan, gestur, ritual atau melalui perilaku lain yang dapat ditiru. Meme bisa dikatakan mirip dengan gen, karena mereka sama-sama dapat “berkembang biak”, berevolusi, dan beradaptasi terhadap seleksi alam/sosial.

Mahluk selain manusia juga memiliki meme, mereka punya budaya daerah yang dapat menyebar ke daerah lain melalui berbagai cara, contohnya nyanyian paus yang berbeda-beda pada tiap wilayah di seluruh penjuru lautan. Jika ada 2 paus yang berasal dari daerah yang berbeda bertemu dan saling bernyanyi, mereka akan mengimprovisasi nyanyian mereka menjadi mirip dengan nyanyian yang baru mereka dengar. Atau seperti pada Tarsier yang memiliki bahasa dan nyanyian yang berbeda-beda diantara kelompok. Tapi menurut Gua, manusia JAUH lebih hebat, lebih efektif dan lebih variatif dalam cara kita menyebarkan meme. Hal yang membuat kita JAUH lebih hebat dibanding mahluk lain dalam menyebarkan meme adalah kemampuan kita dalam merekam.

Nggak seperti paus yang nyanyiannya  hanya bisa disebarkan melalui suara dan nyanyian tersebut juga terus berubah dari satu paus ke paus lainnya (paus juga bisa lupa lirik), kita bisa menjaga ide kita tetap utuh selama ratusan bahkan ribuan tahun dan menyebarkan ide kita sampai ke jutaan orang lain. Jauh sebelum kita menciptakan tulisan, kita sudah berkarya macam-macam, dari lukisan Goa, pahatan tulang, patung, monumen batu, sampai perhiasan emas. Kemampuan kita untuk mengolah benda alam membuat kita mampu untuk menumpahkan ide kita ke sebuah benda fisik, hal ini membuat kita bisa merekam ide selama ribuan tahun dan menyebarkan ide ke jutaan orang. Hal ini belum bisa dilakukan oleh mahluk selain manusia (setau Gua).

venus seksi

venus seksi

Lalu ahirnya kita menciptakan tulisan, tulisan membuat kita dapat menyebarkan ide-ide yang lebih kompleks, ide yang abstrak, tulisan dapat membantu kita menyebarkan berbagai ide, informasi, ilmu, notasi musik, teknologi, sampai menyebarkan ajaran. Lalu dengan adanya perdagangan global, sebuah ide dapat menumpangi pikiran seorang saudagar untuk disebarkan ke belahan dunia lainnya, penyebaran ide ini akhirnya memacu perkembangan teknologi, teknologi dan ide terus menyebar dan berkembang sampai akhirnya kita tiba di jaman sekarang, jaman informasi, jaman internet, jaman saat kita bisa menyebarkan ide ke jutaan orang hanya dengan nekan-nekan layar kecil. Dari tablet batu ke tablet iPad hanya dalam kurun waktu ribuan tahun, singkat loh itu.

Kalo jaman itu udah ada tablet, kita bakal dapet jauh lebih banyak dari 10 commandements

Lalu apa hubungannya dengan agama Gua?

Seperti yang Gua bilang pada part 1 blog ini, tujuan hidup adalah untuk survive. Mahluk lain bisa memiliki banyak cara untuk survive, mereka bisa bikin sarang untuk melindungi diri dari cuaca, atau mereka bisa menimbun lemak tubuh, atau mungkin menebalkan rambut badan. Tapi satu-satunya cara mereka untuk survive dalam menghadapi waktu adalah dengan cara berkembang biak, nggak ada cara lain. Kawin adalah satu-satunya mekanisme pertahanan sebuah mahluk hidup untuk survive menghadapi waktu.

Tapi untuk manusia, dengan kemampuan kita dalam merekam ide, kita nggak hanya punya satu pilihan untuk bisa survive melawan waktu, kita bisa survive dengan menyebarkan gen kita, atau juga dengan menyebarkan meme kita, atau dua-duanya. Ini mungkin sebabnya banyak orang-orang jenius yang pada sibuk berkarya sampai nggak sempet beranak. Orang-orang macam Da Vinci, Newton, Nobel, dan Tesla, Gen mereka hilang, tapi karya mereka terus bertahan sampai sekarang dan nanti.

Jadi, karena bagi Gua agama adalah pedoman untuk memenuhi tujuan hidup, yaitu survival, Gua akan mempelajari cara untuk mengembangkan ide, menyebarkan ide, untuk bisa survive menghadapi waktu, dengan menyebarkan gen dan meme Gua seluas mungkin.


Di awal tahun 2008, temen online Gua, Veedragon, meninggal. Walau Gua kami nggak pernah tatap muka, Veedragon Gua anggep sebagai temen deket Gua, mungkin karena kami punya banyak banget kesukaan yang sama seperti game, anime, sains, teknologi, musik, dan novel. Semua itu sering kami diskusiin di forum-forum online. Veedragon ini anaknya pinter, Dia punya banyak karya musik dan novel yang dia share di internet (salah satu musiknya dipakai buat game kampanye SBY untuk Pemilu 2009.) Begitu Vee meninggal Gua langsung ngedownload semua karya-karya Dia, Gua akan simpan karya-karya Vee untuk ngenang Dia, in a way, Vee tetep hidup melalui karyanya. Sayang sewaktu hard disk Gua rusak di akhir tahun 2016 kemarin, hampir semua musik karya dia hilang 😥 kalo masih ada  yang punya bagi donk.

Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang, Manusia mati meninggalkan meme.

Mungkin karena alasan inilah Gua berkarya. Gua seneng ngegambar, seneng bikin lagu atau ngaransemen ulang, fotografi, video, nulis, ngajar. Gua melakukan semua itu bukan hanya sekedar karena Gua seneng melakukannya aja, tapi juga karena Gua pengen terus belajar biar jadi ‘hebat’, entah apa maksudnya ‘hebat’ itu. Tapi mungkin lebih dari itu, lebih dari hanya sekedar jadi hebat, mungkin Gua berkarya karena Gua pengen survive ngelawan waktu, Gua pengen abadi.

Nggak beda dengan orang agama lain yang pengen masuk surga untuk hidup abadi.

Sekalian numpang promosi sosmed Gua deh kalo gitu, untuk menyebarkan meme Gua.

Gambar-gambar Gua – supridiot.deviantart.com

Musik Gua –  soundcloud.com/archontasius

Foto Gua – @andhikaa.a di Instagram

Video sampah Gua – youtube.com/archontasius

Blog Gua – ya disini

Life isn’t just about passing on your genes. We can leave behind much more than just DNA. Through speech, music, literature and movies… what we’ve seen, heard, felt… anger, joy and sorrow… these are the things I will pass on. That’s what I live for. We need to pass the torch, and let our children read our messy and sad history by its light. We have all the magic of the digital age to do that with. The human race will probably come to an end some time, and new species may rule over this planet. Earth may not be forever, but we still have the responsibility to leave what traces of life we can. Building the future and keeping the past alive are one and the same thing.

Solid Snake

 

Advertisements

2 thoughts on “Agama Gua Part 2: Meme

  1. Pingback: Agama Gua | Archontasius

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s