Dark Souls and Final Fantasy XV

Japanese RPG dan Western RPG.. Lucu ya, RPG adalah satu-satunya genre game yang dibedakan berdasarkan lokasi geografis. Gak ada tuh genre “korean puzzle” atau “japanese FPS”, perbedaan ini unik hanya ada di genre RPG.

Jadi apa bedanya WRPG dan JRPG? Bukan, bukan dari lokasi tempat game tersebut dibuat, buktinya ada WRPG dari Jepang seperti Legend of Zelda atau JRPG dari barat seperti Child of Light.

Perbedaan dari kedua genre ini adalah pada fokus yang ditekankan pada gamenya. Pada WRPG, elemen yang ditekankan adalah fantasi dan dan ekspresi. Fantasi yang Gua maksud disini bukan fantasi macam Orc dan Elf di middle earh, Fantasi yang Gua maksud adalah saat Game mengubah Kamu menjadi orang lain, saat Kamu jadi jagoan space marine, atau jadi Dragon Slayer. Saat Kamu merasakan puasnya menjadi seseorang yang bukan diri Kamu, itulah Fantasi. Sementara Ekspresi, ya ekspresi. Kemampuan untuk mengeksrpesikan diri Kamu di Game, baik dari pilihan dialog, pilihan faction, pilihan class, penampilan, nama, dan aksi-aksi kita lakukan di game tersebut.

Sementara pada JRPG, fokus utama genre ini adalah narasi, drama yang terjadi pada karakter-karakter yang Kita mainkan. Pada JRPG, karakter-karakter ini bukanlah diri Kita sendiri seperti pada WPRG, karakter-karakter ini punya kepribadian sendiri dan kisah sendiri. Hal ini membuat developer JRPG untuk bisa bikin narasi yang lebih terpoles rapih dibanding game WRPG.

Jadi intinya, JRPG menceritakan sebuah kisah sementara WRPG menempatkan Kamu di sebuah kisah.

Perbedaan fokus ini juga membuat fokus desain kedua genre ini jauh berbeda. Pada JRPG, fokus desain akan diutamakan pada narasi dan karakter-karakter utama sehingga world building dan mekanik game seringkali dikorbankan (makanya kenapa battle JRPG sering bosenin), dan sebaliknya pada WRPG, world building dan mekanik game adalah fokus desain utamanya sehingga narasi dan karakter seringkali dikorbanin. Perbedaan inilah yang membawa Gua ke judul blog ini, Dark souls dan Final Fantasy XV.

Yin Yang

Apa hubungannya?

Di awal tahun ini Gua mainin Final Fantasy XV, dan Gua nyadar suatu hal; Final Fantasy XV adalah JRPG pertama yang Gua mainin sejak tahun 2009. JRPG terakhir yang Gua mainkan adalah the Last Remnant pada tahun 2009, sejak itu Gua beberapa kali mainin ulang FFIX untuk nostalgia, tapi udah itu aja, Gua gapernah mainin JRPG baru selama 2009-2016, Gua hanya ngulang JRPG yang sudah berkali-kali Gua tamatin karena Gua bener-bener suka FFIX, selain itu nggak ada. Megejutkan buat Gua karena Gua dulu suka sekali dengan genre ini. Oh FFXIII gak dihitung, hal itu Gua udah bahas di Blog sebelumnya [LINK]

Mengingat hal itu, Gua cukup semangat untuk mainin FFXV. Tapi setelah mainin game ini, Gua jadi tau kenapa Gua gapernah mainin JRPG lagi. Untuk jelasin kenapa, Gua akan gunakan sebuah game WRPG; Dark Souls, sebagai perbandingan, karena menurut Gua FFXV dan Dark Souls adalah 2 game yang sangat bertolak belakang dari hampir segala sisi, Yin dan Yang. Gua jelasin apa aja yang beda:

1. Karakter.

Di FFXV, hanya ada 2 karakter. Noctis dan lainnya. Semua karakter di FFXV selain Noctis hanya berperan untuk membantu Noctis atau untuk memberi kita sidequests. Mereka nggak punya motivasi atau kerjaan lain dalam hidup mereka. Bahkan ketiga Bro Noctis; Ignis, Gladiolus, dan Prompto, walau mereka memiliki kepribadian sendiri dan broship yang sangat erat, mereka nggak punya motivasi atau sub-plot personal yang dapat membuat karakter mereka jadi terasa hidup.

Mereka hanya ngikutin Noctis kemanapun Noctis pergi, memang hal itu menunjukkan kuatnya broship antara mereka, tapi itu nggak memberi informasi apapun mengenai karakter mereka masing-masing.

Di buku Robert McKee tentang screenwriting “STORY”, dia nulis:

“True CHARACTER is revealed in the choices a human being makes under pressure – the greater the pressure, the deeper the revelation, the truer the choice to the character’s essential nature”.

Yah singkatnya kita mengenal sebuah karakter melalui pilihan yang mereka buat. Selain Noctis, nggak ada karakter lain yang pernah dihadapkan pilihan apapun dalam game ini, makanya mereka semua kerasa datar.

Sebaliknya di Dark Souls, karakter utama yang Kita mainkan nggak punya kepribadian apapun, Dia hanyalah cangkang kosong untuk Player tempati di game tersebut. Tapi semua NPC di Dark Souls memiliki motivasi hidup, kepribadian unik, dan cerita masing-masing yang mereka jalani. Hal ini bikin masing-masing NPC terasa seperti karakter yang full dan membuat Gua peduli dengan nasib mereka. Ditambah lagi Gua dan para NPC ini sama-sama sedang berjuang untuk survive di dunia yang nggak kenal ampun, kadang Kita saling bahu-membahu menghadapi musuh yang tangguh. Hal ini membuat ada rasa broship antara Gua dan para NPC ini.

Gua sedih banget waktu Gua harus ngelawan salah satu NPC yang menjadi gila, Dia adalah salah satu karakter baik di dunia game yang penuh dengan kejahatan ini. Gua inget kalau dulu Dia sudah bantuin Gua ngelawan banyak boss yang sangat susah, sekarang Gua harus ngebunuh Dia, berat rasanya. Sementara di FFXV, waktu Prompto diculik, Noctis terlihat sangat gusar, tapi Gua ga terlalu peduli.

Tapi karakter villain FFXV saangat bagus, Ardyn adalah villain favorit Gua dari seluruh FF. Dia punya kepribadian yang unik, motivasi yang kuat, dan cara Dia mencapai ambisinya juga hebat. Dia karakter favorit Gua di FFXV ini.

2. World.

Dunia FFXV (Eos) sangat luas dan indah. Tapi sama seperti karakter-karakter di game ini, Eos terlihat bagus tapi cetek. Bagian Eos yang bisa dieksplore hanya sebatas cerita Noctis saja, setelah cerita Noctis sudah berakhir semua bagian Eos sudah kamu jelajahi. Nggak ada tempat-tempat rahasia yang punya treasure tersembunyi (ada sih cuma 1), dan kamu nggak bisa manjat manjat gunung, berenang, kemampuan nyetir pun sangat terbatas. Eos hanyalah background setting tempat cerita Noctis berlangsung, bukan sebuah dunia untuk dieksplore.

Eos pun nggak terlalu bervariasi, di Eos hanya ada 1 kota besar yang punya budaya dan arsitektur yang unik. Sisa dunianya hanya berupa pom bensin, padang rumput, gurun tebing, dan goa-goa untuk dungeron.

Nggak cuma setting dunia saja, tapi kisah dunianya pun dangkal, nggak seperti FFXII yang terdiri dari berbagai negara dengan situasi dan hubungan politik masing-masing. Di FFXV hanya ada 2 negara, politik diantara kedua negara itupun nggak dieksplore sama sekali. Cerita di FFXV hanya sekedar kisah Noctis aja, titik.

Sebaliknya, dunia Dark Souls terasa sempit dan mengerikan. Tapi Lordran (dunia Dark Souls) sangat dalam dan penuh tempat rahasia, beberapa tempat rahasia ini besar sekali dan area-area rahasia ini bisa dengan gampang kelewatan, Kamu bisa namatin Game ini tanpa neumuin area tersebut. Setting lordran pun juga sangat beragam, dari kuburan, catacomb, perpustakaan hogwarts, sampai Angkor Watt di neraka. dan desain level di Dark Souls bener-bener hebat, setiap arena, setiap belokan, setiap lubang, dan setiap penempatan masing-masing musuh. Masing-masing memiliki tujuan menantang player dengan dalam hal yang berbeda sepanjang game.

Lore dunia Dark Souls juga sangat dalam, cerita yang Player jalankan bener-bener hanya sepersedikit dari seluruh cerita yang ada di Dark Souls. Buanyak kisah lain yang diceritakan di dalam Game ini, dari background story yang dimulai dari ribuan tahun yang lalu, kisah masing-masing karakter, sampai kisah karakter-karakter yang sama sekali nggak muncul di dalam game membuat dunia Dark Souls terasa sangat besar dan dalam.

3. Battle Mechanic.

Battle di FFXV cepat, flashy dan keren, tapi terasa sangat awkward dan kaku. Untuk menyerang kalian tinggal tahan tombol O dan untuk menghindar tahan tombol ❏️. Aspek magic dan summon yang sangat penting dari mekanik battle FF sebelumnya hampir dirubah sepenuhnya sampai jadi nggak penting, kalian bisa namatin Game ini tanpa pakai Magic atau Summon sama sekali (kecuali pada beberapa battle saat summon harus dilakukkan untuk mentrigger event tertentu).

Ya ada juga mekanik lain seperti technique, armiger, warping, lompat dll. Tapi dalam kebanyakan battle, kalian hanya perlu nahan O dan sekali-sekali tekan ❏ untuk menghindari serangan musuh. Mekanik battle yang awkward ini bikin battle jadi mudah banget, atau bisa juga bikin battle susah banget yang bikin Noctis nengguk potion kayak pecandu narkoba.

Sebaliknya di Dark Souls, battle berjalan dengan jauh lebih lambat, tapi setiap gerakan, setiap langkah, dan setiap serangan yang Kamu lakukan dapat membedakan antara hidup atau mati, ini membuat setiap aksi yang Kamu lakukan di Dark Souls benar-benar berharga.

Dark Souls terkenal sebagai game yang susah tapi adil. Nggak seperti FFXV dimana Kita harus bertarung dengan cepat, di Dark Souls Kita dipaksa untuk memelankan diri, ambil waktu untuk mengamati desain level, pelajari gerakan musuh, pola serangannya, amati kelemahannya, lalu pilih momen yang tepat untuk menyerang. Kalau Kamu mati dan gagal, ingat-ingat kembali kesalahan apa yang Kamu lakukan, dan buatlah strategi baru supaya nggak mengulang kesalahan Kamu sebelumnya. Pelajaran ini nggak cuma bernilai di Game Dark Souls aja, tapi juga untuk hidup.. tapi ya itu topik buat lain hari.


Yah jadi itulah kesan Gua tentang FFXV. FFXV member kita setting yang luas dan indah, karakter yang menarik, cerita yang menjanjikkan. Semua itu dipoles untuk terlihat seindah mungkin, tapi semua hal itu terasa cetek. Seperti masakan buatan Ignis, terlihat menggiurkan, tapi nggak bisa dihirup, nggak bisa disruput, nggak bisa dimakan, hanya kosmetik.

maxresdefault

 

Gua ngomong gini bukan berarti Gua nggak enjoy game ini, man Gua udah habisin 100 jam lebih di FFXV ini, kalo Gua nggak enjoy nggak mungkin Gua bisa mainin sebuah game selama itu, kecuali kalo Gua semacem machosist. Nggak, Gua nulis ini karena Gua kecewa, kecewa karena FFXV nggak memenuhi potensi yang dia miliki. FFXV punya karakter yang menarik, setting yang luas dan indah, story yang mencekam, battle mekanik yang unik, dam grafik yang buagus. FFXV sudah memiliki semua bumbu untuk membuat sebuah game yang sempurna, kalo aja Square menghabiskan waktu untuk memperdalam semua elemen itu, game ini bakal sempurna. Tapi nggak, mereka malah milih ngabisin waktu untuk merekam banyak mo-cap, memperbagus grafik, bikin film, dan bikin anime sehingga FFXV jadi game yang medioker.

Untuk alasan Gua nggak pernah main JRPG lagi, mungkin karena Gua main Game mainly untuk lari dari kenyataan, tenggelam di dunia game, dan menjadi orang yang Gua gak akan bisa jadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s