Apalah arti sebuah data

Gua kena musibah baru-baru ini.. hard drive Gua lenyap.

Yah bukan lenyap ditelan bumi sih, tapi rusak. Memang ini hard drive sudah tua sekali, sekitar 7 tahun, dan hard drive ini udah menunjukkan tanda-tanda kerusakan berbulan-bulan sebelumnya, tapi ini pertama kalinya Gua mengalami hard drive failure jadi Gua enggak cukup siaga untuk ngenalin tanda-tanda hard drive mau rusak.

Gua udah bawa ke tempat service, mereka bilang rusaknya sudah beyond repair dan datanya sudah gak bisa di recover lagi.

Hard drive yang rusak ini berkapasitas 500 Gb. Sekitar 250 Gb isinya Gua pakai untuk instalasi OS Windows dan program-program lainnya, dan sisanya Gua pakai untuk penyimpanan data. Gua nggak terlalu peduli dengan harus instal ulang Windows dan segala macem program lainnya, yang bikin Gua sedih adalah kehilangan data-data itu.

Data-data yang Gua simpan di disk tersebut berupa musik; musik buatan sendiri atau musik bajakan, gambar-gambar karya Gua, Foto-foto Gua Keluarga dan temen-temen di berbagai tempat, kerjaan-kerjaan masa kuliah, berbagai macam ebook, installer program-program, save data game-game, dan folder download yang entah isinya apa aja Gua jarang urusin.

Sebagian besar karya Gua seperti gambar dan musik udah Gua upload ke soundcloud atau deviantart  jadi Gua nggak terlalu cemas, Gua bisa download kembali data-data tersebut dengan gampang.

Tapi mengenai data lainnya yang hilang… Sebenarnya data-data yang hilang tersebut enggak terlalu penting buat Gua, maksudnya enggak terlalu penting untuk pekerjaan Gua ke depan atau untuk proyek apapun yang mau Gua lakukan. Tapi bukan berarti data tersebut enggak berharga, no no no, semua data-data itu berharga sekali sebagai kenangan.

Sampai sekarang Gua masih suka ngintip kerjaan Gua jaman kuliah dulu, dari tugas hitungan, presentasi, sampai laporan eksperimen. Ngeliat kerjaan jaman kuliah itu bikin Gua teringet lagi betapa susahnya hidup jaman itu, ngerjain tugas, begadang sampe pagi, bagi-bagi contekan, mata kesetrum satu juta volt, dll.

Nggak cuma itu, Gua juga aktif di himpunan. Berbagai macem data himpunan, materi lomba, desain poster, kacaunya kondisi sebelum acara. Ditambah juga keperluan dan materi Gua ngajar selama beberapa tahun. Kadang Gua ngintipin sekilas folder data-data itu untuk ngingetin Gua akan jaman-jaman kacau tapi bahagia itu.

Begitu juga foto dan video yang hilang, foto Gua dan temen-temen. Temen SMP SMA, temen kosan, temen kuliah. Foto berbagai kegiatan (kebanyakan lagi menggila), di berbagai tempat (kebanyakan di selokan). Semua foto dan video tersebut itu unik dan punya cerita  dan kenangan masing-masing, hal yang nggak akan terulang kembali.

Ditambah lagi musik-musik kerjaan Gua dan temen-temen, beberapa belum kelar dan masih berupa data proyek. Ada juga musik-musik yang sangat spesial karena dibuat oleh teman Gua yang udah nggak ada, dan musik-musik dia udah nggak ada lagi di internet.

Semua kenangan tersebut, kenangan main bareng, kerja bareng, kuliah, musik, proyek, dll dkk, semua lenyap begitu aja dalam sekejap. Ini yang bikin Gua bener-bener sedih kehilangan data-data itu.

Yaah mungkin ini pertanda, tanda bahwa Gua harus lepasin masa lalu (Gua orangnya cenderung susah move on dan nostalgic), buka lembaran baru dalam hidup atau apalah istilah lainnya.

2-3 tahun belakangan ini keadaan hidup Gua sedang cukup suram karena masalah kesehatan yang Gua alami, dan untuk beberapa lama hidup Gua sepertinya stuck di tempat, tapi belakangan ini sepertinya keadaan Gua sudah mulai membaik lagi.. Jadi yaaa, mungkin memang saatnya menulis lembaran baru, atau lebih tepatnya me-write hard drive baru (baru beli hard drive seagate 250gb dari Lazada, murah cuma Rp.228.000,- , bukan pesan sponsor).

Lucunya, beberapa hari sebelum musibah ini terjadi, Gua terobsesi dengan sebuah film mengenai ingatan, Dark City. Dan juga beberapa hari sebelum hard drive Gua rusak, di kepala Gua terngiang-ngiang sebuah kutipan, kutipan tentang kenangan. Kutipan itu terus terngiang-ngiang di kepala Gua selama beberapa hari sampai musibah hard drive itu terjadi, kayak ramalan aja, atau ya pertanda lagi.

Begini kutipanya:

Memories can be vile, repulsive little brutes. Like children I suppose. But can we live without them? Memories are what our reason is based upon. If we can’t face them, we deny reason itself! Although, why not? We aren’t contractually tied down to rationality! There is no sanity clause! So when you find yourself locked onto an unpleasant train of thought, heading for the places in your past where the screaming is unbearable, remember there’s always madness. Madness is the emergency exit.

– The Joker

maxresdefault (2)

 

Ya.. Kayaknya Gua bakal jadi gila.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s