Hatsune Miku

Nama Hatsune Miku udah lama terdengar di kuping Gua, tapi selama ini Gua belum pernah cukup tertarik untuk tau lebih lanjut apa/siapa itu Hatsune Miku.

Lalu kemarin gua ngeliat Video ini

Penasaran, Gua gugel sedikit mengenai apa/siapa Hatsune Miku ini. Jadi Hatsune Miku pada awalnya adalah sebuah program singing synthesizer, sebuah vocaloid. Hatsune Miku dengan cepat menjadi trend, dan banyak orang mengupload karyanya di internet, lalu karakter yang ada di packaging program tersebut berevolusi menjadi sebuah karakter sendiri. Karakter ini lalu dibuat jadi Figurine, manga, anime, dan terakhir dia menjadi live performance singer.

Ngerasa aneh dengan ide seorang karakter anime kawaiii yang lahir dari sebuah aplikasi menjadi seorang live performer, Gua tonton konser tahunan Miku, Magical Mirai 2014. Pikiran awal Gua adalah “Dasar wong Jepang mesum putus asa hikikimori pemuja waifu, ya kali live performer bisa digantiin karakter anime kawai yang ditembak proyektor ke atas layar? Stick to hentai ajalah”. Begitu Gua nonton konsernya, Gua langsung merasa salah.

Miku terlihat seperti gadis remaja SMA biasa. Nggak cuma nari-nari, Miku juga beraksi dengan stand microphone, main gitar, lari-lari dan loncat di panggung.  Dengan mata yang gede, Muka Miku terlihat cukup ekspresif, dia bahkan bisa nyanyi lagu slow yang cukup emosional. Miku juga berinteraksi dengan penonton, ngobrol-ngobrol kecil, ngelambaiin tangan, penonton juga merespons dengan semangat (jarang orang Jepang seekspresif ini, walau di konser rock sekalipun). Tarian Miku nggak sexual, enggak vulgar seperti Miley Cyrus, enggak terlalu heboh bombastis kayak Beyonce, dan enggak terlalu berlebihan ala CGI transformer loncat setinggi 3 meter bernafas api sambil nembakin Ak-47 ke udara. Tarian Miku dicapture dengan mo-cap dan dikoreografikan untuk menggambarkan kepribadian si Miku itu sendiri, Dia polos, lucu, lugu, dan quirky. Basically Miku adalah impian semua anak cewek SMA. Bisa dibilang Miku, walaupun cuma personifikasi dari sebuah program synthesizer, lebih relatable buat cewek SMA dibanding Britney, JLo, atau Beyonce. Mungkin ini kenapa Miku bisa sukses sekali sebagai live performer,  kalo Gua kelaminnya cewek dengan umur anak SMA, Gua pasti ngefans luar biasa dengan Miku ini.

Musik di Magical Mirai di perform oleh live band, musiknya bagus, musik ala anime yang merupakan campuran antara pop, jazz,  rock dan sedikit tekno, ya walau musiknya nggak terlau memorable untuk Gua, tapi nonetheless tetep bagus dan band semua membernya adalah musisi professional.

Walau Gua mulai menerima Miku sebagai pop star, Gua tetep merasa ada yang salah dengan ide seorang karakter personifikasi program menjadi seorang live performer, tapi setelah Gua pikir-pikir, Gua enggak nemu apa yang salah dengan Miku, apa bedanya Miku dengan seorang Britney Spears? Mereka berdua sama-sama pop star yang menggunakan auto tune yang nari-nari di panggung. Nyanyian, aksi dan tarian Mereka di panggung sudah direncanakan jauh sebelum konser dimulai, Mereka berinteraksi dengan audiens, bedanya hanyalah kalau Britney adalah seorang Coreographed perfomer, Miku adalah Programmed performer, yang pada dasarnya nggak terlalu beda jauh.

Mungkin Lo berargumen kalo Britney adalah orang beneran sementara Miku cuma karakter bohongan. Salah! Britney sendiri hanyalah sebuah karakter bohongan, Britney yang lo lihat di panggung dan di Video Clip itu adalah karakter yang dibuat oleh manajemen Britney. Karakter itu memiliki personality yang mungkin jauh berbeda dengan si Britney sebenernya, makanya kenapa Britney sempet jadi gila, mungkin karena orang-orang di sekitarnya berekspektasi Britney selalu menjadi karakter yang ada di panggung walau dia lagi nggak di panggung.

Dan disitulah kelebihan Miku dibanding Britney, at least dari segi manajemen ya. Miku nggak mungki membuat skandal apapun yang bisa ngerusak reputasinya, Miku nggak mungkin mabok sampai cukur botak, atau bikin video porno dengan personifikasi dari program lainnya (mungkin dengan Clippy dari MS Office?), yang perlu dilakukan oleh manajemen Miku hanyalah menekan tombol off, lalu Miku akan lenyap, hanya muncul saat dia dibutuhkan kembali.

Memang, Miku bukan CG live performer pertama yang ada, Gorillaz udah lebih dulu jadi band bohongan yang pernah ngadain konser tunggal.

Tapi bisa dilihat dari video diatas, band animasi Gorillaz bukanlah fokus utama di konsernya, Gorillaz hanya berperan sebagai background dari penyanyi beneran yang ada di panggung, atau seringkali Damon Albarn, composer dan creator Gorillaz sendiri yang muncul ke depan panggung. Berbeda dengan Miku, Miku berada di spot utama di panggung, Dia bahkan nggak perlu penari latar untuk nambah seru aksi panggungnya. Miku menguasai panggungnya, kadang temen karakter animenya muncul menggantikan Miku saat lagu yang dimainkan nggak sesuai dengan kepribadian Miku, kadang mereka juga perform bersama Miku di panggung, tapi spotlight tetep ada pada Miku, nggak seperti Gorillaz, Miku adalah bintang dari konsernya.

Gua nonton konser Magical Mirai 2014 dengan ekspektasi bisa ngomel layaknya orang tua pesimis, Gua kira Gua bakal ngomong “ini palsu, ini nggak live, ini nggak real, ini salah”. Tapi Gua enggak bisa nemuin apa yang salah dengan “Miku sebagai pop star idol”. Miku lucu, murni, flawless, dan relatable ke audiensnya. Gua enggak nemu perbedaan antara Miku dengan pop star lainnya seperti Beyonce atau Taylor Swift.

Tapi Gua tetep merasa ada hal yang salah dengan ide “personifikasi program syntesizer sebagai pop star idol”, tapi Gua nggak bisa tau apa yang salah, dan itu bikin Gua takut.

The oldest and strongest emotion of mankind is fear, and the oldest and the strongest kind of fear is fear of the unknown

H.P Lovecraft

yay__scary_miku_yny_by_tokyo_teddybear-d6b1bzv

Happy Halloween all

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s