Game Naratif

Gua berkali-kali bilang Videogame bukan cume sekedar mainan, Videogame adalah sebuah media seni, media untuk menyampaikan sebuah cerita. Untuk beberapa orang mungkin in adalah konsep baru, tapi untuk beberapa orang konsep ini udah sangat diterima sehingga belakangan ini bermunculan game-game yang mengorbankan sisi “main” dari videogame dan menggunakan videogame hanya untuk bercerita aja, game seperti walking dead, beyond two souls, heavy rain, game-game seperti inilah yang gua sebut game naratif.

Sebelum ngelanjutin mending kita ngomongin dulu definisi game naratif itu sendiri. Lebih gampang kita mulai dari apa yang BUKAN game naratif.Game naratif bukan game dengan cutscenes panjang seperti Metal gear solid atau Xenosaga, MGS dan Xenosaga adalah game dengan narasi yang kuat tapi gameplay mereka tidak berpengaruh langsung terhadap narasi dari game tersebut. Game point-and-click adventures juga bukan game naratif, point-and-click seperti monkey island atau sherlock holmes lebih mengedepankan puzzle solving dan explorasi. Aksi player di dalam game juga nggak berpengaruh terhadap narasi story dari game. Game naratif ADALAH game yang bener-bener mengedepankan aspek storytelling dari game tersebut, gameplay dari game naratif biasanya terdiri dari ngobrol dengan NPC (untuk mengetahui lebih dalam cerita dari game ini, dan juga untuk mendapat clue untuk buka kunci biasanya), sedikit point-and-click untuk mencari item, BANYAK quick time events (astaga, gua benci quick time events, mungkin gua bisa nulis 1 blog sendiri untuk quick time events), dan yang terutama, dan yang paling bedain antara game naratif dengan game point and click, atau dengan genre game lainnya, adalah banyaknya jumlah dan krusialnya decision making di game itu.

Pada game lain, kita mendapat reward yang paling menyenangkan pada saat kita melewati tantangan yang sangat sulit, memecahkan puzzle, atau mengalahkan boss yang susah. Tapi khusus di game naratif, reward dari game ini adalah saat kita diperlihatkan hasil dari keputusan kita sebelumnya. Pada game Walking Dead, gua bisa ngabisin waktu 5 menit untuk membuat sebuah keputusan (kalo nggak diuber waktu), setiap player ngambil keputusan membuat player merasa bertanggung jawab atas keputusan yang dia ambil, dan begitu hasil dari keputusannya diperlihatkan, disitulah rewardnya. Baik hasil dari keputusan itu baik atau buruk, walaupun hasilnya hanya sekedar tulisan di pojok “Kenny will remember that”, itu adalah reward bagi player karena telah mengambil keputusan. Game naratif nggak menantang skill player dengan memberi sebuah musuh yang sulit dikalahkan, game naratif menantang moral player dengan memberi pilihan yang sulit dengan konsekuensi yang belum tentu diketahui.

Perasaan gua agak campur aduk mengenai game bergenre naratif ini. Di satu sisi gua gak suka dengan lack of gameplaynya, menurut gua gameplay adalah penguat warna dari story itu sendiri, garemnya sayuran game, saus dari kentang goreng dari story dalam game. Heroiknya sang Dragonborn nggak akan kerasa kalau Skyrim diberi gameplay fighting, Petualangan Link di Hyrule gak akan kerasa kalau gamenya bergenre strategy, Konflik di Metal Gear gak bakal kerasa kalau diberi gameplay hack & slash, survival horror nggak akan kerasa ngerinya kalau diberi gameplay FPS.

oh wait..

asdaasd

Kosongnya gameplay di game naratif, plus banyaknya quick time events (ugh quicktime) bikin game naratif sering kerasa basi dari waktu ke waktu, dan bagi banyak orang’ kosongnya gameplay ini yang bikin mereka menghindari game naratif sama sekali.

Tapi di satu sisi gua enjoy main game naratif ini, sebagian besar karena game naratif memiliki cerita yang bagus, script yang mateng, dan menarik juga melihat hasil dari keputusan yang gua ambil muncul. Yah pada akhirnya videogame adalah tentang enjoy, jadi gua yaahh.. enjoy aja.

Tapi lalu muncul trailer game ini.

Ngeliat trailer tersebut, apa yng ada di benak gua? It has come to this, kita sudah mencapai titik rendah.. Titik dimana kita bikin game simulator film horror murahan. Coba pikirin semua klise yang bisa kalian pikirin dari film horor murahan.

  • Cewek pirang seksi setengah bugil, ada. (btw ini hayden panettiere)
  • Adegan kematian sadis, ada.
  • Penjahat psycho bertopeng, ada (bonus point karena pakai topeng badut!)
  • Adegan kejar-kejaran di tempat sempit, ada.

Semua klise yang bisa gua pikirin dari film horor murahan ada di game ini, ini berarti penulis game ini kerja males-malesan, yang berarti story game ini bakal jelek. Kekuatan utama dari game naratif adalah storynya, bener-bener nggak kebayang apa jadinya game naratif dengan story yang jelek.  oh by the way, gua udah dapet cover dari game ini, ekslusif, kalian cuma bakal dapet di blog gua.

51enJVv9HPL

I Know what you do until dawn

Ah taulah..

*news update!!*

Gua baru liat berita bahwa mojang dan telltalle games mau bikin minecraft story game… minecraft..? MINECRAFT!!?? entah ini bisa jadi seru banget macem lego the movie (tapi tanpa karakter-karakter yang kita kenal seperti batman), atau bisa juga jadi luar biasa tumpul, apa gunanya minecraft game kalo kamu nggak bisa berkreasi seee bebas-bebasnya?

Ah ini udah kebangetan, sekalian aja bikin mein kampf the story game, itu bakal lebih menantang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s