Game nebeng

Pernah ngeliat game seperti Detective Barbie atau Dora the Explorer Barnyard Buddies? yap, itulah yang gua sebut dengan game numpang beken, atau biar gampang gua singkat “game nebeng” dan kali ini gua akan bahas game-game sejenis itu.

7a526e0f775afadd7c4078665f6ddff0-Detective_Barbie__The_Mystery_Cruise

iiikkkhhhh

Ide dasar dari dibuatnya game-game nebeng adalah “dengan menumpang nama suatu brand yang terkenal maka penjualan game ini akan membludak”. Kalau kalian ngeliat game semacam Barbie atau Dora, bisa dipastiin kalo budget untuk ngebeli lisensi brand tersebut lebih gede dibanding budget untuk memproduksi game tersebut. Publisher game tersebut yakin kalau penjualan mereka akan datang dari nama brand, bukan dari kualitas gamenya, ini berarti mereka nggak pengen bikin game berkualitas, yang menyebabkan mereka akan buat game ini dengan budget seminim mungkin untuk mendapatkan profit yang sebanyak mungkin. Ini lalu menyebabkan kondisi kerja yang menyedihkan bagi developer game yang (sialnya) ditunjuk untuk ngerjain proyek game tersebut. Lalu untuk menambah derita developer, perusahaan publishernya biasanya memberi deadline yang sangat ketat, misalnya supaya gamenya bisa keluar berbarengan dengan filmnya, supaya mereka nggak kehilangan momentum.

Kasus terburuk dari kejadian game nebeng ini adalah game E.T. untuk konsol game atari. Atari cuma punya waktu 5 minggu untuk menyelesaikan ETa game supaya E.T. The Game bisa rilis bareng E.T. The Movie. Dengan waktu (dan mungkin budget) yang sangat terbatas, bahkan developer sekelas atari pun nggak bisa membuat produk yang punya kualitas sama sekali. Pada tahun 82′ jutaan cartridge E.T dirilis walaupun kualitasnya yang.. meh, lalu pada tahun 83′ gamer-gamer muak, jutaan cartridge E.T dikubur di padang pasir bersamaan dengan game-game nebeng lainnya. Kejadian ini sangat berpengaruh bagi industri video game, bahkan hampir membunuh industri video game! Untung aja nintendo datang dan menyelamatkan kita semua dengan NES.

sampaahhhh

Nggak ada yang suka game jelek dan nggak ada yang suka ditipu, dan inilah yang para publisher itu lakukan. Game-game ini ditargetkan untuk orang tua yang nggak tahu apa-apa tentang videogame tapi pengen ngasih hadiah untuk anak-anaknya sehingga mereka asal beli game yang pokoknya ada gambar superman di covernya.

Yah covernya lumayan sih

Hal ini luar biasa buruk untuk semua orang, untuk ortu yang ngeluarin duit, untuk anak yang terpaksa main, bahkan buruk untuk industri game itu sendiri.

Sebagian kalian yang baca ini suka game kan? dan sebagian besar dari kalian yang suka game tumbuh besar main game yang bagus seperti Mario, FF, Metal Gear, Harvest Moon. Kita nggak akan suka game sampai sekarang kalo kita dibeliin game macam Barbie atau Dora karena kita nggak akan pernah ngerasain betapa menariknya game sebenarnya. Industri game kehilangan banyak pengguna jangka panjang gara-gara beberapa publisher pengen ngasilin duit cepet.

Game-game nebeng seperti ini bisa banyak ditemuin di sistem kuno seperti Atari dan NES, eh tapi bahkan sampai era Ps1 dan Ps2 pun game nebeng masih banyak bisa ditemuin di rak-rak toko game. Tapi setelah era Ps3, biaya untuk membuat game semakin membludak sehingga mustahil bagi publisher untuk bisa bikin game dengan waktu dan budget yang minim seperti yang mereka lakukan di jaman dulu. Yah hal ini bener bagi game-game PC dan game konsol, tapi sayangnya, game nebeng pindah tempat, mereka sekarang nebeng di pasar game mobile.

Game mobile dapat dibuat dengan jauh lebih mudah, lebih murah, dan lebih cepat dibanding game konsol, ini membuatnya sebagai tempat ideal bagi game-game nebeng. Dan yang paling penting, game mobile memiliki banyak pengguna baru, pengguna yang sama nggak ngertinya tentang game seperti orang tua yang asal beliin anaknya game dengan cover superman.

Padahal gamenya kayak gini

Padahal gamenya kayak gini

Gini, dalam beberapa dekade terakhir, kebanyakan dari kita yang tumbuh besar dengan video game mulai jadi orang tua yang beliin anak-anaknya video game, atau ngasih rekomendasi game ke temen, jadi secara keseluruhan konsumer gaming makin lama makin pinter, bikin game nebeng jadi susah untuk  terjual, tapi hal ini belum terjadi untuk game mobile. Tablet dan smartphone udah mencapai konsumer yang diluar jangkauan gamer tradisional, dan bahkan seringkali tablet dan smartphone menjadi platform gaming pertama bagi anak-anak yang nggak punya konsol.

Dengan membesarnya pasar game mobile, game nebeng pun saat ini jauh lebih besar dibanding sebelumnya, hal ini bikin banyak calon gamer jangka panjang jadi geleuh dan menjauhi game sepenuhnya. Jadi gimana cara ngobati penyakit ini? Kita bisa bantu kecil-kecilan dengan ngasih rekomendasi ke temen dan anak-anak kita untuk nggak kejebak beli game nebeng, tapi kuncinya ada di pemegang lisensi.

Selama ini perusahaan pemegang lisensi macem Batman atau Superman nggak tau banyak mengenai industri videogame. Mereka menganggap videogame sama seperti merchandise ecek-ecek lainnya, mereka nggak ngeliat kekuatan game untuk mengajak audiens baru untuk nyukain produk mereka, atau malah untuk membenci produk mereka kalo gamenya jelek, karena itu mereka nggak peduli akan kualitas game mereka. Tapi hal ini mulai berubah, pemegang lisensi mulai memperlakukan Video game sebagai media seperti film, komik, atau serial TV, dan dengan bertambahnya game berlisensi yang sukses seperti Serial Batman Arkham, kebijakan pemegang lisensi untuk ngejual lisensi mereka pun nggak akan sengasal dulu lagi.

Game nebeng mungkin nggak bakal ilang, tapi dengan naiknya kesadaran masyarakat dan pemegang lisensi, semoga jumlahnya bakal semakin menipis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s