Game Addict

Sebelumnya gua bahas tentang videogame yang sering disalah-salahin atas segala kelakuan gabener remaja jaman sekarang, memang kebanyakan kritik terhadap videogame disebabkan oleh anggepan orang bahwa videogame hanya sekedar “mainan” aja. tapi sebagian dari kritikan itu bener, terutama mengenai sifat game yang bikin nagih.

banyak psikolog bilang sifat ketagihan videogame bisa dibilang mirip dengan ketagihan judi, daaann mereka ngawur, yah nggak sepenuhnya sih. judi adalah contoh sempurna dari skinner box. skinner box adalah sebuah alat experimen psikologi buatan dr. skinner dimana jika kita mencet suatu tombol maka kita akan diberi hadiah. studi dr skinner menemukan bahwa kalo tiap kali kita mencet tombol kita PASTI dapet hadiah, maka kita bakal dengan cepet jadi bosen mencetin tombol itu. sebaliknya, kalo hadiahnya gak selalu muncul setiap kali kita mencet tombol, melainkan cuma beberapa kali secara random, maka kita bakal lebih penasaran untuk terus-terusan neken tombol itu dan bakal ketagihan nekenin tombol itu.

skinner box mengkondisikan seseorang untuk menekan tombol atau main game berulang kali, tapi bukan berarti orang itu seneng main game tersebut. berapa jam waktu lo habisin untuk naikin karakter game online padahal lo udah bosen mainin game itu? itu karena lo DIKONDISIKAN untuk main game itu , bukan berarti lo KETAGIHAN main game itu. untuk ketagihan dengan game, lo harus seneng main game itu.

walau hal ini mungkin bener bagi beberapa orang, tapi sebagian besar dari kita SENENG main video game bukan untuk mencet tombol berulang kali karena hadiah yang munculnya random. nay lebih dari itu. untuk tau kenapa beberapa orang ketagihan terhadap videogame, kita harus tau dulu, kenapa kita main game?

menurut scott rigby, kita main game karena game memberi 3 hal dari kebutuhan emosional kita.

  1. competence – perasaan bahwa kita mencapai suatu achievement tertentu, bahwa kita berkembang, belajar, dan makin  jago sehingga kita bisa mengalahkan musuh yang lebih kuat. contoh: guitar hero. ( skinner box mungkin hanya mencakup sampai sini aja.)
  2. autonomy – perasaan bahwa kita memiliki kontrol terhadap dunia di sekitar kita, dan bahwa setiap tindakan dan pilihan kita memiliki arti bagi dunia sekitar kita. contoh: skyrim
  3. relatedness – perasaan  bahwa kita dibutuhkan oleh orang lain dan bahwa kita memberi kontribusi kepada komunitas kita. contoh: dota.
maslow's hierarchy of needs.. kata maslow, seseorang gakbakal naik tingkat  dalam hierarki tersebut kalo kebutuhan level dibawahnya belum terpenuhi.. karena self esteemnya sudah terpenuhi, makanya banyak gamer yang kreatif, punya skill problem solving yang bagus, dll dkk.

maslow’s hierarchy of needs.. kata maslow, seseorang gakbakal naik tingkat dalam hierarki tersebut kalo kebutuhan level dibawahnya belum terpenuhi.. karena self esteemnya sudah terpenuhi, makanya banyak gamer yang kreatif, punya skill problem solving yang bagus, dll.

jadi videogame memberi kita perasaan competence, autonomy, dan relatedness. ketiga perasaan ini juga bisa diberikan oleh lingkungan kita seperti tempat kerja, sekolah, keluarga, lalu kenapa ada orang menarik diri dari lingkungan sosial dan menenggelamkan diri di videogame? ya gara-gara lingkungannya, atau mungkin cara dia memandang lingkungannya.

 di komunitas yang kecil, misalnya desa medieval kecil bahagia penuh hobbit macem the shire, mengetahui role kita dalam kehidupan cukup gampang. kalo lo adalah bidan di desa itu, maka job desc lo udah jelas, dan kalo nggak ada lo maka populasi di desa lo bakal punah. tapi seiring makin membengkaknya komunitas kita, role kita di komunitas tersebut semakin kecil, impact dari aksi yang kita lakukan dan makin gajelas, kita semakin ngerasa nggak berdaya ngendaliin lingkungan kita, dan kita ngerasa kita nggak achieve apa-apa. semua hal ini menyebabkan perasaan kehilangan arah/tujuan dalam hidup, dan perasaan kosong itu bisa dengan mudah diisi oleh videogame.

 di game, semuanya adil, semua faktor yang menentukan hasil dari tindakan kita bisa kita ketahui, dan konsekuensi dari pilihan kita dapat dengan jelas diketahui. “kalo lo gak loncat, lo bakal jatoh ke jurang.” “kalo lo pukul box ini, lo bakal dapet duit.”

menentukan pilihan di real life yang punya sejuta faktor yang nggak kita ketahui, dan konsekuensi pilihan yang kita ambil belum tentu bisa diketahui dengan cepat, atau bahkan mungkin kita gabakal tau sama sekali. “apa orang ini? kerjaan ini? atau kota ini tepat untuk gua?”. Bahkan di real life seringkali lo gapunya pilihan sama sekali.

 di game, lo dengan mudah menentukan role apa yang lo lakukan untuk lingkungan lo, dan dapat lo pasti bakal jadi bagian penting dari komunitas lo..  jadi healer atau tank?

di real life, pilihan role hidup lo ga jelas, habis kuliah mau kemana? itupun kalo diterima.. kalopun udah dapet suatu kerjaan belum tentu lo bisa ngeliat betapa pentingnya pekerjaan lo untuk lingkungan lo.

 game memberi reward atas hal yang kita lakukan, kalo kita nge grind cukup lama, kalo kita latihan timing loncat dan mukul dengan bener, kita bakal naik level, dapet power up untuk bisa ngalahin musuh yang lebih kuat.

di real life.. berapa banyak temen kita yang jadi sukses, punya pekerjaan yang mereka inginkan dengan penghasilan gede hanya karena mereka punya orang tua yang kaya dengan koneksi? sementara banyak temen-temen nerd kita yang jago nggambar, jago main gitar dan bisa bikin musik,  punya pengetahuan luas karena banyak baca buku, begitu lulus menemukan bahwa semua ilmu yang mereka kuasain nggak berguna di real life sehingga mereka jadi pengangguran.

 setelah nulis paragraf diatas, gua pengen banget mengakhiri artikel ini dengan “fuck real life, mending main game aja”. Tapi karena ini artikel jadi harus punya suatu penyelesaian masalah diendingnya, ya gua harus bermotivator sedikit.

 ………..

 Ah gua memang sepahit kopi yang gua minum.. society kita emang fucked up dipimpin orang-orang fucked up. ruang fisik kita semakin sempit dan semakin gak menyenangkan, sementara ruang virtual kita semakin luas dan semakin menyenangkan, dan ini bukan cuma soal gaming.

 fuck real life, mending main game aja.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s