Jalan-Jalan ke Taman Hutan Raya Ir .H. Juanda

•October 14, 2008 • Leave a Comment

Setelah beberapa mingggu mengeram di kama kos, saya berpikir bahwa sudah saatnya untuk keluar dan menjelajahi kota Bandung. Dimulai dari Taman Hutan Juanda dulu, karena saya ingin sekali menjadi lebih dekat dengan alam.

Maaf Kamera HPnya Jelek..

Sarapan, mandi, bawa uang 50 ribu, berangkat! sampai di TH Juanda. Waaaaaww… pohon-pohonnya masih lebat, sungguh tidak disangka bahwa masih ada hutan di pinggir kota berkembang seperti Bandung. Udaranya sejuk, agak dingin, dan pemandanganya cantik sekali. Saya langsung menuju Gua jepang dan Gua Belanda, bekas benteng pertahanan mereka di jaman dulu. Dalam perjalanan, seorang kakek tiba-tiba menemani saya berjalan, dan mengajak ngobrol, lalu ia menjadi guide saya tanpa diminta. Saya pikir ia memang petugas yang disediakan Taman ini untuk mengguide wisatawan agar tidak tersesat. Ia menjelaskan tentang tahun Gua ini dibuat dan mengajak obrol saya dengan ramah.

Gua yang pertama didatangi adalah Gua Jepang, Wooww… guanya besar, GELAP, dingin, dan cukup panjang dan memiliki banyak lorong-lorong, lantai dan atapnya tidak dilapisi apa-apa, benar-benar batu, saya jadi ngeri membayangkan para tentara atau pekerja rodi yang bekerja keras untuk menembus batu kokoh ini.

Lalu berikutnya Gua Belanda, kami berjalan sekitar 2-3 Kilometer untuk mencapai Gua Belanda, di perjalanan saya tahu akhirnya kalau ini bukan petugas yang dipekerjakan pemerintah, melainkan guide bayaran, tapi saya pikir uang didompet saya cukup untuk membayarnya. Sampai, Gua belanda ini lebih kecil, lantai dan atapnya sudah dilapisi semen, dan memiliki lebih banyak koridor dibanding gua Jepang.

Setelah puas mengelilingi gua belanda, akhirnya kami kembali lagi ke gua jepang, dan saya menanya berapa ongkos guidenya.

“Jadinya berapa nih Pak?”

“Yaahh biasanya sih 60 ribu.”

…………………………………………………………………………….

WUTT THE HELL!? Guide hanya sekitar 15-20 menit dan jalan hanya sekitar 3 kilometer saja bayaranya 60 Ribu???? Setelah tawar menawar, dan menunjukkan uang di dompet hanya tinggal 40 ribu, akhirnya ia setuju dngan harga 35 ribu.. weks..sisa duit 6000…

Kesel, saya berjalan-jalan sendiri, menikmati keindahan Hutan Juanda ini sendiri. Seharusnya sih ini menjadi jalan-jalan yang menyenangkan, tapi mood saya sudah dirusak oleh si kakek tersebut. Setelah lebih dari Sejam berjalan-jalan, akhirnya capek juga. Saya mencari jalan keluar, tetapi weks… Pos Keluar yang kecil itu sudah ditongkrongi oleh anak-anak geng Motor, harusnya sih gak ada masalah, tapi setelah mendengar teman saya kalau ia pernah dibacok oleh geng motor Bandung, saya takut juga, akhirnya memutuskan untuk mencari jalan lain.

Saat mencari Jalan lain, saya melihat ada sebuah kandang burung. begitu didatangi seekor burung kecil langsung berlari menghampiri saya. Bulunya agak kekuningan seperti kepodang, tetapi disertai dengan bulu-bulu berwarna putih, menjadikannya seperti kepodang-penguin. Ia bersiul-siul, dengan suara siulan yang berbeda-beda, saya membalasnya dengan siulan saya, ia pun bersiul semakin keras.. wah lucu deh, begitu saya pergi mengitari kandang tersebut, burung itu berlari mengikuti saya, akhirnya saya menghabiskan waktu cukup lama bersama burung tersebut.

setelha cukup lama ‘ngobrol’ dengan burung tersebut, saya melihat seorang Turis Arab menuju pintu keluar yang ditongkrongi anak Geng Motor tadi, wah saya akan aman nih.. Saya pun mengikutinya dari belakang, setelah beberapa saat, lalu ia bertanya kepada saya.

“Neksh?” (mungkin maksudnya Exit)

“Yes?” jawab saya bingung.

“Neksh?”

“Yes?”

“aa.. Parking lot?”

“ummm don’t know, my first time here”

“SHIT” lalu ia pergi..

Sialan, makin dongkol saja saya ini. Tapi yang membuat saya kecewa adalah ia berbalik arah, tidak jadi pergi ke arah Pos Keluar yang ditongkrongi anak-anak Geng Motor tersebut. Memang benar itu adalah tempat keluar, tapi saya rasa itu bukan tempat parkir yang turis Arab itu maksud.

Akhirnya saya berbalik arah juga, mencoba mencari jalan lain.. tentunya saya tidak lagi mengikuti si Turis Arab tersebut. Tidak lama kemudian akhirnya ketemu juga, setelah 3 jam berjalan-jalan di alam, akhirnya keluar juga dari hutan Juanda (mungkin kalau moodnya tidak dirusak si kakek guide dan si turis, bisa-bisa seharian saya disana)

Karena sisa uang di dompet hanya 6000 rupiah saja, saya tidak bisa naik ojek untuk kembali ke jalan besar, akhirnya saya jalan kaki, 5 kilometer lah.. di jalan saya bertemu lagi dengan Turis Arab tadi, Ia mengendarai Mobil, dan menyapa saya dengan senyuman ramah (mungkin menyesal dengan perbuatannya tadi?).

“Haloooo”

Saya balas senyumanya, Namun ia tidakmemberikan tumpangan.. ugh..

“Sialan, kasih tebengan kek!?”

Yah, setelah 10 menit berjalan, akhirnya sampai juga di jalan raya… pulang, mandi, ketik Blog……… Tidur…

Kekuatan Memory Manusia VS Simpanse

•October 12, 2008 • Leave a Comment
Karena otak manusia perbandingan dengan tubuhnya paling besar di bumi, jadi kita menang segala2nya dalam hal otak dibanding mahluk lain? SALAH!!
ada permainan yang dilakukan untuk mengetes kemampuan mengingat simpanse. dalam permainan tersebut, seekor simpanse disuruh menekan secara urut angka 1 sampai 9 yang diletakkan secara acak di monitor touch screen (ia telah diajari urutan angka 1-9). setelah ia menekan angka satu, angka lainnya akan tertutup, seperti kartu yang dibalik.
lalu? dengan INSTAN dan sangat cepat, simpanse itu menekan angka2 yang tertutup tersebut secara berurutan dan TANPA SALAH.. berkali2 tes ini dilakukan dengan hasil yang serupa..
begitu satu ronde selesai, ia akan mendapat sebuah kacang, lalu dilanjutkan pada ronde berikutnya.. terus begitu sampai ia bosan..
tes yang sama diuji kepada manusia, dan hasilnya? selain memakan waktu yang JAUH lebih lama, dari kebanyakan hasilnya manusia selalu gagal dalam mengurutkan angka2 yang tertutup itu..
Untuk lebih jelas lihat video berikut
Bisa mengalahkan kecepatan simpanse itu??? coba saja..
Masih berpikir anda jauh lebih pintar daripada simpanse??
coba lihat ini..

Masa depan kehidupan Di Bumi

•October 12, 2008 • Leave a Comment

Mayoritas dari kita sudah mengetahui hal-hal negatif yang kita lakukan terhadap Bumi, walaupun begitu, mayoritas dari kita tidak melakukan apa-apa untuk menguranginya. Mungkin itu disebabkan karena kita ingin hidup serba nyaman, mudah, cepat. tetapi efek dari hidup seperti adalah kerusakan Bumi, apa yang harus kita lakukan?

Dampak Buruk manusia terhadap Bumi sebenarnya tidak dimulai dari zaman Industri, tetapi jauh kembali ke zaman nenek moyang kita. Sejak zaman tersebut, dibuktikan dimanapun manusia datang untuk bermigrasi, selalu diikuti dengan kepunahan suatu mahluk hidup, atau bahkan kerusakan suatu Benua! ada beberapa hal yang membuat kemanapun kita pergi selalu diikuti kepunahan bagi mahluk lain, salah satunya ‘intelejensi’ kita. Contohnya, Di Australia, suku Aborigin dulu memakai tehnik membakar suatu daerah agar daerah tersebut ditumbuhi rumput muda, yang akan mengundang buruan mereka untuk datang. Ratusan tahun setelah mereka menjejakan kaki di Australia, yang dulunya merupakan benua dengan danau terluas, dan hutan-hutan tropis yang besar, menjadi benua kering dengan Gurun dimana-mana, akibat perbuatan suku Aborigin. Tetapi, kerusakan yang diakibatkan nenek moyang kita biasanya hanya bersifat lokal, dan tidak terus-menerus, sehingga Bumi dapat menyembuhkan dirinya seiring berjalannya waktu. Sementara kerusakan yang kita buat bersifat Global dan Terus menerus, apabila kita tidak menghentikannya sesegera mungkin, mungkin Bumi sudah tidak akan bisa menyembuhkan dirinya lagi.

Kembali pada pertanyaan di awal, Kita ingin hidup nyaman, tetapi dampak dari hidup enak itu akan kerusakan pada Bumi, apa yang harus kita lakukan? Kita harus berubah. Telah banyak teknologi baru yang ditemukan untuk tetap hidup nyaman seperti biasa, tetapi dapat mengurangi atau bahlan menghilangkan kerusakan yang biasanya kita buat dengan teknologi yang lama. seperti Mobil tanpa Bahan bakar Minyak, pembangkit tenaga listrik non-minyak, Deterjen atau sabun yang tidak berracun, dan masih BUANYAK lagi. Sayangnya, mayoritas pemerintahan dunia tidak mendukung 100% perkembangan teknologi yang ramah lingkungan ini, Sehingga para pengusaha yang ingin memproduksikan teknlogi ramah lingkunganya kurang begitu yakin produknya akan laku di pasar, dan produk-produk mereka pun menjadi sulit dijumpai dipasar. Kan bisa saja pemerintah negara-negara Industri seperti amerika, dan jepang melarang pembuatan mobil Berbahan bakar minyak lagi, sehingga para produsen pun akan mengikuti pemerintah, dan para produsen itu dapat yakin bahwa Produk mereka akan laku di pasar.

Karena saat ini Pemerintah belum mendukung 100% Produk ramah lingkungan, Kita harus merubah sikap kita yang dapat merusak lingkungan. Dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti tidak menggunakan listrik untuk yang tidak perlu, TIDAK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN (ini yang paling mudah, namun juga paling sulit untuk dilakukan), tidak memakai kertas secara berlebihan, tidak membeli produk-produk ilegal berbahan Binatang yang sudah hampir punah, melakukan KB, Tidak melakukan Illegal Logging, dan masih Buanyak lagi. Tetapi walaupun bila pemerintah sudah mendukung 100% Produk ramah lingkungan, kita juga tidak boleh melepas kebiasaan baik tersebut.

Saya memohon kepada anda untuk menjaga Bumi kita yang cantik ini, karena kita tinggal di dalamnya, dan kita tidak dapat hidup tanpa mahhluk lainnya; tidak hanya manusia lain. dan karena untuk menjaga sesuatu akan lebih mudah bila mencintainya, saya meminta anda untuk lebih banyak menonton acara-acara dokumenter mengenai alam (banyak terdapat di Di TVone, Trans7, Metro TV, atau lebih banyak lagi di Discovery, National Geographic, Animal Planet). Dengan begitu, anda akan mengenal Alam dan melihat kecantikan yang dimilikinya, sehingga anda akan lebih mudah untuk mencintainya. Namun apabila anda masih belum dapat mencintai Bumi, Cintailah anak cucu anda, karena apapun yang kita lakukan sekarang, baik atau buruk, PASTI akan berdampak terhadap anak cucu anda, baik atau buruk.

Masa depan kehidupan di bumi tergantung kepada kemauan kita untuk bertindak. Banyak individu yang telah melakukan sesuatu sebisa mereka, tetapi kesuksesan sebenarnya hanya akan diraih apabila terjadi [erubahan dalam ekonomi, sosial, dan politik manusia.

Mempertahankan keseimbangan alam dengan KB

•October 12, 2008 • Leave a Comment

Kita, manusia, belakangan ini baru mulai menyadari betapa pentingnya untuk menjaga keseimbangan alam. Dalam satu abad terakhir, keseimbangan alam telah sangat terganggu, mengapa? Hal ini dapat kita kaitkan dengan lonjakkan pertumbuhan populasi manusia. Hanya dalam satu abad terakhir, jumlah populasi manusia melonjakdari sekitar 1 milyar, menjadi 6 milyar Manusia.

Pertumbuhan Populasi Manusia

Pertumbuhan Populasi Manusia

Manusia, sebagai mahluk dengan kebutuhan tertinggi di bumi, akan memerlukan lebih banyak sumber daya alam dibanding mahluk-mahluk lainnya. Dan dengan melonjaknya populasi jumlah manusia, tentunya permintaan akan sumber daya alam akan ikut melonjak. Permintaan akan sumber daya alam yang melonjak ini, tentunya akan menggangu keseimbangan alam, kita akan membutuhkan lebih banyak lahan untuk tempat tinggal, kayu untuk dijadikan kertas, hewan-hewan untuk dijadikan makanan, dan sebagainya.

Bila kita tidak menghentikan pertumbuhan populasi manusia yang begitu pesat ini, suatu saat nanti sumber daya alam akan habis, dan generasi manusia di masa depan akan kelaparan karena tidak adanya sumber daya yang cukup.

Kita harus mengurangi populasi manusia untuk mengembalikan keseimbangan alam yang telah kita rusak ini, bagaimana caranya? Tentu saja kita tidak dapat membantai sekian milyar manusia, bahkan demi keseimbangan alam sekalipun. Cara paling rasional adalah dengan KB satu anak. Dengan ini kita dapat mengurangi populasi manusia dengan sangat efektif, ingat HANYA SATU ANAK, tidak lebih dari dua. Secara kasarnya dapat dihitung seperti ini, bila saat ini populasi manusia ada 6 milyar jiwa, bila saja semua keluarga menerapkan KB satu anak, maka generasi berikutnya akan berjumlah 3 milyar jiwa, lalu generasi berikutnya menjadi 1.5 milyar, dan menjadi 750 juta jiwa.. Saya rasa populasi dunia berjumlah 750 juta – 1.5 milyar manusia adalah populasi yang cukup ideal untuk menjaga keseimbangan alam, sekaligus menjaga kehidupan sosial-budaya manusia. Selanjutnya, untuk menjaga agar manusia tidak punah, generasi yang berjumlah 750 juta jiwa ini diperbolehkan memiliki 2 anak, lalu generasi berikutnya yang berjumlah 1.5 milyar jiwa, diharuskan hanya memiliki satu anak. Dengan ini, jumlah manusia akan tetap terjaga, dan yang terutama, keseimbangan alam tetap terjaga.

Mungkin anda berpikir, dengan jumlah yang begitu sedikit, akan terjadi kekacauan dalam kehidupan sosial dan budaya manusia. Justru sebaliknya, dengan hanya memiliki satu anak, para orangtua akan dapat lebih fokus untuk mengasuh dan mendidik anaknya, sehingga kualitas manusia pada generasi berikutnya akan lebih baik. Dan juga dengan sedikitnya jumlah manusia, tentu persaingan dalam kehidupan manusia akan lebih berkurang, dengan ini kesejahteraan manusia akan lebih bertambah jika dibandingkan bila populasi manusia masih meledak.

Jadi dengan KB satu anak, kita dapat menjaga keseimbangan alam, sekaligus menambah kesejahteraan hidup manusia. mari kita lakukan.